400 guru Bantu riau di pulangkan:pengabdian 20 tahun di abaikan!

Terkini 05 Aug 2026 22:57 2 min read 24 views By Yoyon sution
400 guru Bantu riau di pulangkan:pengabdian 20 tahun di abaikan!
  WartaNusantara.id — Ratusan guru bantu tingkat provinsi di Riau kini berada dalam ketidakpastian nasib. Sebanyak 400 orang guru bantu ya...

 

WartaNusantara.id — Ratusan guru bantu tingkat provinsi di Riau kini berada dalam ketidakpastian nasib. Sebanyak 400 orang guru bantu yang telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun di sejumlah sekolah di wilayah Riau, tiba-tiba diminta berhenti dan dipulangkan ke rumah masing-masing tanpa kejelasan status serta jaminan keberlanjutan pekerjaan.

 

 

Para guru ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan Riau rata-rata lebih dari 15 tahun, bahkan sebagian besar telah mengajar hingga 20 tahun lamanya. Mereka mengajar dengan penuh dedikasi, mencetak generasi penerus di pelosok desa maupun kota, namun hingga saat ini belum mendapatkan status kepegawaian yang jelas — baik sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

 

Kebijakan pemulangan ini diduga berkaitan dengan penataan status tenaga pendidik dan penyesuaian aturan pengangkatan guru di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Namun, para guru merasa keputusan ini diambil secara sepihak tanpa dialog, tanpa apresiasi atas pengabdian panjang mereka, serta tanpa jaminan kesejahteraan di masa depan.

 

"Saya sudah mengajar di sini selama hampir 20 tahun, dari masa anak-anak murid saya kini ada yang sudah menjadi guru juga. Tapi hari ini kami dipulangkan begitu saja, tidak ada kejelasan apa-apa," ujar salah satu guru bantu yang enggan disebutkan namanya.

 

Kebijakan ini tidak hanya merugikan para guru, tetapi juga mengganggu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang selama ini mereka layani. Murid-murid dan orang tua pun turut cemas akan keberlangsungan pendidikan anak-anak.

 

Para guru bantu memohon kepada Pemerintah Provinsi Riau, Dinas Pendidikan, serta wakil rakyat untuk:

1. Mendengar aspirasi para guru bantu sebelum menetapkan kebijakan final.

2. Menghargai pengabdian puluhan tahun mereka.

3. Mencari solusi yang adil — baik melalui pengangkatan dalam formasi PNS/PPPK maupun jaminan kesejahteraan yang layak — bukan sekadar memberhentikan tanpa kepastian.

 

"Kami tidak meminta kemudahan, kami hanya meminta keadilan. Sudah puluhan tahun kami berdiri di depan kelas, jangan diabaikan begitu saja," tegas perwakilan guru bantu.

 

Warta Nusantara akan terus memantau perkembangan dan tanggapan resmi pihak berwenang terkait nasib 400 guru bantu Provinsi Riau ini.

 

 

 

Sumber & Peliput:

YOYON SUTION

Warta Nusantara

Chat with us on WhatsApp