Antrean pengambilan obat membeludak di RSUD PRAYA:minta pemda evaluasi layanan instalasi farmasi.
LOMBOK TENGAH, 23 Juli 2026 – Warta Nusantara NTB – Sejumlah warga pengguna layanan kesehatan menyampaikan keluhan terkait panjangnya antrean pengambilan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian dan evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama pihak manajemen rumah sakit.
Keluhan masyarakat terutama berkaitan dengan antrean di Instalasi Farmasi RSUD Praya yang dinilai cukup padat. Tingginya jumlah pasien yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan disebut menyebabkan penumpukan antrean pada proses pengambilan obat setelah pasien menjalani pemeriksaan di poliklinik.
Keluhan tersebut secara khusus ditujukan kepada Bupati Lombok Tengah dan Ketua DPRD Lombok Tengah agar dapat menjadi perhatian serta segera ditindaklanjuti melalui evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan pengambilan obat di RSUD Praya.
Berdasarkan informasi yang diterima Warta Nusantara NTB, banyak pasien yang mendapatkan pelayanan di berbagai poliklinik RSUD Praya merupakan pasien rujukan dari Puskesmas yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Lombok Tengah.
Dengan tingginya jumlah kunjungan pasien, pelayanan pengambilan obat di Instalasi Farmasi menjadi salah satu titik yang mengalami kepadatan. Pasien yang telah menyelesaikan proses pendaftaran dan pemeriksaan dokter masih harus kembali menunggu untuk mendapatkan obat sesuai resep yang diberikan.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena pasien harus melewati beberapa tahapan antrean dalam satu kali kunjungan. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga menunggu obat di bagian farmasi.
"Pasien sudah harus antre berkali-kali dalam satu kali kunjungan kontrol. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga antre pengambilan obat yang paling lama. Sering kali mereka datang pagi, namun baru selesai ketika hari sudah sore," ungkap salah seorang penyampai informasi.
Menurut masyarakat, lamanya waktu tunggu tersebut dapat menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi pasien yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia, ibu hamil, balita, maupun pasien dengan kondisi kesehatan tertentu.
Warga menilai persoalan antrean pelayanan obat perlu segera mendapatkan evaluasi agar tidak berdampak terhadap kenyamanan dan kondisi pasien selama berada di rumah sakit.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama jajaran DPRD dan manajemen RSUD Praya dapat segera mencari solusi terhadap persoalan tersebut. Evaluasi diharapkan tidak hanya menyangkut mekanisme antrean, tetapi juga kapasitas pelayanan, jumlah tenaga pelaksana, serta kemungkinan penambahan titik atau loket pelayanan apabila memang diperlukan.
Warga juga mengusulkan agar kapasitas area pelayanan dapat diperluas dan jumlah petugas disesuaikan dengan kebutuhan serta volume pasien yang dilayani. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan kenyamanan pasien, serta memastikan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara efektif dan optimal.
Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Lombok Tengah, masyarakat berharap RSUD Praya terus melakukan pembenahan terhadap kualitas pelayanan. Evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Praya belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut. Warta Nusantara NTB akan terus memantau dan menindaklanjuti perkembangan informasi mengenai persoalan pelayanan pengambilan obat di RSUD Praya.
Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat untuk kepentingan publik dengan tetap mengedepankan prinsip keakuratan, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik.
Penulis:usman jayadi.