SEMESTA NTB:harapkan pemda loteng segera tetapkan definitif dirut RSUD praya , jangan sampai pelayanan publik menjadi korban lambannya keputusan pemerintah.

Terkini 24 Jul 2026 10:48 3 min read 30 views By Usman Jayadi
SEMESTA NTB:harapkan pemda loteng segera tetapkan definitif dirut RSUD praya , jangan sampai pelayanan publik menjadi korban lambannya keputusan pemerintah.
Praya, 24 Juli 2026 WARTA Nusantara NTB — Semesta NTB mendesak Bupati Lombok Tengah untuk segera menetapkan dan melantik Direktur RSUD Praya sec...

Praya, 24 Juli 2026 WARTA Nusantara NTB — Semesta NTB mendesak Bupati Lombok Tengah untuk segera menetapkan dan melantik Direktur RSUD Praya secara definitif. Terlalu lamanya jabatan strategis tersebut diisi oleh Pelaksana Jabatan (Pj.) dinilai berpotensi menghambat pembenahan tata kelola rumah sakit dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

 

Saat ini, jabatan Pj. Direktur RSUD Praya masih dirangkap oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansyah. Menurut SEMESTA NTB, kondisi tersebut tidak ideal karena dua institusi strategis membutuhkan perhatian, pengawasan, dan pengambilan keputusan yang sama-sama maksimal.

 

Sekretaris SEMESTA NTB, Ahmad Naufal Faorani, S.H., menegaskan bahwa rumah sakit daerah merupakan wajah pelayanan publik pemerintah. Karena itu, kepemimpinan yang definitif merupakan kebutuhan mendesak, bukan sekadar persoalan administrasi jabatan.

 

«"Rumah sakit bukan institusi yang bisa terlalu lama dipimpin dengan status sementara. Masyarakat datang ke rumah sakit membawa harapan untuk memperoleh pelayanan yang cepat, aman, dan bermutu. Karena itu, kepemimpinan yang definitif menjadi kebutuhan mendesak agar seluruh energi organisasi dapat difokuskan pada pembenahan pelayanan, bukan sekadar menjalankan rutinitas."»

 

SEMESTA NTB mencatat masih terdapat berbagai persoalan yang hingga kini terus dikeluhkan masyarakat, mulai dari antrean panjang di Instalasi Farmasi saat pengambilan obat, gangguan jaringan internet yang berulang sehingga menghambat proses registrasi pasien, terutama peserta BPJS, lemahnya tata kelola parkir yang kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan kehilangan kendaraan bermotor, hingga kondisi sejumlah toilet yang dinilai perlu segera diperbaiki agar memenuhi standar kenyamanan dan kebersihan rumah sakit.

 

Menurut Naufal, persoalan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan secara cepat, melakukan evaluasi menyeluruh, serta memastikan setiap unit pelayanan bekerja secara optimal.

 

«"Yang dibutuhkan RSUD Praya hari ini bukan sekadar pejabat yang mengisi kursi, tetapi pemimpin yang hadir penuh waktu, fokus penuh, dan memiliki legitimasi penuh untuk melakukan pembenahan. Jangan sampai pelayanan publik berjalan dengan sistem autopilot karena pemerintah terlalu lama mengambil keputusan."»

 

Ia juga menyoroti lambannya penetapan direktur definitif yang mulai menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

 

«"Publik tentu berhak bertanya, mengapa sampai hari ini belum juga ada direktur definitif? Apa yang sebenarnya menjadi kendala? Jangan biarkan ruang spekulasi tumbuh karena pemerintah terlambat mengambil keputusan. Cara terbaik menjawab pertanyaan publik adalah dengan transparansi dan tindakan nyata."»

 

Naufal menegaskan bahwa kritik tersebut bukan ditujukan kepada pejabat yang saat ini menjalankan tugas, melainkan sebagai bentuk pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan agar pelayanan kesehatan tidak menjadi korban dari lambannya proses birokrasi.

 

«"Akuntabilitas pemerintah bukan hanya soal mampu menjelaskan alasan sebuah keputusan, tetapi juga keberanian mengambil keputusan pada waktu yang tepat. Ketika pasien masih mengantre obat, sistem pelayanan terganggu karena jaringan internet, keamanan parkir dipertanyakan, dan fasilitas dasar masih dikeluhkan masyarakat, maka pemerintah tidak boleh lagi menunda kepastian kepemimpinan di RSUD Praya."»

 

SEMESTA NTB mendesak Bupati Lombok Tengah segera menetapkan Direktur RSUD Praya secara definitif berdasarkan kompetensi, integritas, dan kemampuan manajerial, sehingga proses pembenahan rumah sakit dapat berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

 

«"Keputusan yang terlambat sering kali sama buruknya dengan keputusan yang salah. Yang dibutuhkan masyarakat hari ini bukan alasan mengapa belum ditetapkan, melainkan kepastian kapan RSUD Praya dipimpin oleh seorang direktur definitif yang siap bekerja penuh demi kepentingan rakyat."»

 

Penulis: usman jayadi

Chat with us on WhatsApp