Beras, Cabe, Sawit: Tiga Komoditas Penopang Ketahanan Pangan Kaltim

Politik 27 Jun 2026 17:08 2 min read 47 views By Halomoan Sirait S.I.Kom M.Si
Beras, Cabe, Sawit: Tiga Komoditas Penopang Ketahanan Pangan Kaltim
Hard News
Samarinda, 27 Juni 2026 – Ketahanan pangan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) semakin kokoh berkat kinerja positif tiga komoditas utama: beras, cabe, dan kelapa sawit. Data Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) setempat mencatat peningkatan produksi dan stabilitas pasokan pada tahun 2025, sekaligus memperkuat posisi daerah ini menuju swasembada pangan dan kestabilan ekonomi wilayah.
 
Produksi beras Kaltim pada 2025 mencapai 157.550 ton, naik 8,5 persen dibanding 2024 yang sebesar 145.210 ton. Angka ini setara dengan 270.870 ton gabah kering giling (GKG), dengan luas panen bertambah menjadi 66.602 hektare. Saat ini, pemenuhan kebutuhan beras lokal sudah mencapai sekitar 60 persen, melonjak drastis dari sebelumnya hanya 30 persen pada lima tahun lalu. Sentra produksi terbesar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Paser, dan Penajam Paser Utara.
 
Sementara itu, komoditas cabe sebagai bumbu utama pengendali inflasi juga menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pada 2025, produksi cabe besar tercatat 4.780 ton dan cabe rawit melampaui 2.100 ton. Di Penajam Paser Utara saja, hasil panen cabe rawit mencapai 1.680 ton per tahun, melebihi kebutuhan lokal yang hanya 420 ton. Pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 4.925 ton cabe besar pada 2026 guna menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
 
Di sisi lain, kelapa sawit berperan ganda: sebagai tulang punggung ekonomi dan pendukung ketahanan pangan tidak langsung. Kaltim menghasilkan 4,29 juta ton minyak sawit mentah (CPO) atau setara 19 juta ton tandan buah segar (TBS) pada 2025, dengan luas areal produktif mencapai 1,57 juta hektare. Kontribusi pajak dan devisa dari sawit menjadi sumber pendanaan utama untuk pembangunan infrastruktur pertanian, irigasi, serta program bantuan pangan bagi masyarakat.
 
Kepala DPTPH Kaltim, Fahmi Himawan, menjelaskan strategi pengembangan ketiga komoditas ini. “Kami melakukan optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, serta pendampingan intensif agar produktivitas naik. Sawit tidak bersaing, melainkan melengkapi dengan menyokong anggaran pangan daerah,” ujarnya, Rabu (24/6).
 
Cadangan beras yang dikelola Perum Bulog hingga Mei 2026 tercatat 22.300 ton, cukup untuk 7–8 bulan konsumsi. Untuk cabe, pemerintah menggalakkan budi daya di lahan pekarangan dan kluster pertanian agar risiko gagal panen akibat hama atau cuaca ekstrem dapat ditekan.
 
Tantangan tetap ada: keterbatasan lahan subur, fluktuasi harga pasar, dan dampak perubahan iklim. Namun, Pemprov Kaltim menargetkan produksi beras tembus 173.000 ton pada 2026, cabe mencapai 6.000 ton, serta sawit dikelola secara berkelanjutan lewat hilirisasi produk.
 
Dengan sinergi ini, Kaltim membuktikan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja, melainkan perpaduan antara tanaman pokok, hortikultura strategis, dan komoditas ekonomi bernilai tinggi.
Chat with us on WhatsApp